jump to navigation

3 : 1 May 17, 2009

Posted by nia in Tulisan Biasa.
Tags: , , , , , ,
16 comments

Suatu pagi sewaktu saya sedang duduk manis depan kompi di ruangan kerja. Salah satu pesawat telepon berdering …

“Telkom selamat pagi” dengan bersemangat saya angkat telepon dihadapan saya dan mengucapakan salam.

Dari seberang terdengar suara seorang Bapak.

“Telkom ya mbak?” tanya suara itu.

“Saya mau ngadu ada kabel putus di bla .. bla .. bla .. ( sambil nyebutin alamat tempat kabel itu menjuntai), kalau kabel itu udah ga kepakai biar saya potong sekalian. Udah seminggu lebih saya mengadu tapi ga ada tanggapan” doh .. Bapak itu bicara panjang.

Saya diam sampai Bapak itu selesai ngomong, dan kemudian saya tanya balik …

“Maaf Pak, lapor tentang kabel menjuntai selama satu minggu itu kemana ya??”

“Ya ke sini …” jawab Bapak itu.

Sayapun mengingat-ngingat barangkali seminggu yang lalu ada laporan dari Bapak itu, tapi hasilnya nihil. Saya baru sekali dengan suara Bapak itu, dan belum ada laporan tentang keluhan itu.

Akhirnya saya bilang …

“Baiklah Pak, laporan Bapak saya terima dan langsung saya teruskan ke petugasnya, Bapak telepon dari rumah, wartel, flexi atau GSM??? Bisakah saya tau nomornya???” tanya saya

( biasanya setelah bertanya itu saya akan menjelaskan kepada si pelapor bahwa untuk laporan gangguan telepon, atau apapun yang berhubungan dengan telkom, silakan hubungi 147 atau datang ke plasa telkom telkom terdekat, tapi untuk Bapak yang telepon pagi itu … saya ga sempat menjelaskan itu karena teleponnya diputus dengan tidak sopan .. xixixixi, nasibbb nasiibbb )

“Untuk apa??” tanya Bapak itu.

“Untuk koordinasi petugasnya nanti” jawab saya pendek.

“Koordinasi apalagi, kamu cukup catat alamat yang saya sebutkan tadi, terus kirim petugas kesini” terdengar suara Bapak itu agak meninggi.

“Bapak, setiap pengaduan lebih baik disertai dengan nomor telepon yang bisa kami hubungi, supaya petugas kami lebih mudah menghubungi Bapak” saya berusaha menjelaskan.

“05117xxxxxx” terdengar suara Bapak itu nyebutin nomornya.

“Maaf, dengan Bapak siapa nanti??” kembali saya bertanya.

Nah .. Bapak itu balik tanya

“Ini mbak siapa??”

“Nia, jadi petugas kami nanti menghubungi Bapak siapa ya??” saya tanya sekali lagi.

Bapak itu tidak menyebutkan nama … :mrgreen: :mrgreen: dan dengan sombongnya bilang, teman saya ada di telkom namanya tung tung (nama seorang teman ).

Dalam hati saya bertanya, “apa hubungannya nama teman beliau itu dengan laporan yang dibuat??” xixixixixi

Baiklah, saya tidak mungkin dunk maksa org untuk menyebutin nama. Tapi dalam hal ini nyebutin nama sangat penting karena saya harus bikin laporan yang diteruskan ke petugas. Kalau seandainya laporan saya tidak lengkap, bagaimana petugas bisa konfirmasi dengan si pelapor????

Sering banget saya menerima keluhan teman² saya dilapangan , kalau alamat customer ga ketemu, atau bisa juga rumah dalam keadaan kosong. Jika ada nomor yang bisa dihubungi dan aktive, bukankah itu memudahkan petugas dan laporan bisa clear.

Terkadang, walaupun ada customer yang udah mencantumkan nomor yang bisa dihubungi … ada saja yang tidak mau menjawab jika dihubungi, xixixi … dohhhhhh … emang susah yaaaa !!! :p: :p:

===

Meskipun sebenarnya saya bukanlah petugas 147 ataupun para CSR seperti temen² ini, yang tugasnya di front liner, tetap saja saya akan berusaha membantu para customer yang nyasar telepon ke ruangan saya .. he he he

Pun ketika seorang temen saya ini, yang udah 3 kali (kalau ga salah) menghubungi saya untuk pasang speedy, akhirnya … 3 nomor speedy pun terpasang :) :) sampai saat ini, dengan senang hati saya meneruskan kepada CSR dan teknisi pasang barunya.

Juga ketika temen yang ini dulu sempat 2 atau 3 kali mengalami kerusakan telepon dan speedy dirumahnya, maka saya dengan senang hati membantu untuk meneruskan ke petugas gangguan.

Trus ada lagi teman saya yang ini, ketika nanya tentang flexi mesra yang berlakunya untuk kode area yang sama saja, sedang jika pasangan tersebut sedang berada diluar kode area itu, maka pembicaraan gratis flexi mesra ga berlaku kecuali sms.

Nah .. dari ketiga orang teman saya itu … saya sangat senang bisa membantu, karena mereka bertanya dengan sopan dan tidak marah² ke saya … he he he,
seandainya Bapak yang telepon ke saya pagi itu juga seperti ketiga teman saya, pasti deh saya tidak merasa bete ( asli .. saya ga suka kalau ada yang telepon langsung marah², bukankah lebih baik bicara dengan sopan dan hati dingin???)