Tak punya hati May 1, 2009
Posted by nia in Tulisan Biasa.12 comments
1 Mei 2009
Dan hari ini saya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih karena selama 30 hari dibulan April kemarin, tubuh saya terbebas dari obat penahan nyeri yang biasanya selalu saya minum, dan saya bisa berteriak MERDEKA ( ini juga karena sekarang saya menyempatkan diri untuk berolah raga walau cuma sekali seminggu ).
===
Doh … jadi lupa bahwa saya ingin curhat, eh bukan curhat …
Postingan ini bermula ketika saya menerima sms dari seorang teman yang isinya setelah dialihbahasakan berbunyi gini :
“Ada beberapa sikap yang sengaja saya lakukan untuk mencerminkan sikap kamu ke orang lain, tapi kamu berbalik menyalahkan saya. Sekarang pantaskah kasih hati ke orang yang tidak punya hati?”
Saya merenung … kalimat ini bisa diungkapkan oleh seseorang apabila orang itu punya hubungan baik dengan saya, atau orang itu adalah sahabat² yang telah mengenal saya, jika ungkapan seperti ini terkirim dari nomor orang yang tidak saya kenal dengan baik, barangkali saya tidak akan peduli ( doh .. mestinya bersyukur ada yg komplen dengan sikap saya ya). Dan tadi salah seorang yang mengenal saya dengan baik telah berkirim sms ke saya, yang mencoba membantu saya untuk tidak lagi seperti bunyi smsnya itu.
Baiklah …
Pertama² sebagai manusia biasa yang tidak lepas dari segala salah dan khilaf, saya minta maaf jika selama saya mengenal siapa saja selama ini, saya ga bisa seramah dan selembut seorang wanita pada umumnya. Namun percayalah kalau saya sama sekali tidak ingin menciptakan permusuhan. Tidak ramah dan tidak lembut itu bukan berarti ga punya hati kan???
Yang kedua, saya ingin menjawab sms itu diblog saja …
Jika saya ga punya hati, ada ga ya orang yang mau ngasih hati ke saya supaya saya bisa punya hati … xixixixi
***
Oh iya… saya punya sedikit cerita tentang tidak punya hati ini, ketika itu seorang teman berselisih pendapat dengan saya … dan jika saja Tuhan tidak memberikan saya umur panjang, mungkin saya ga sempat punya blog ini, akhirnya saya jadi trauma punya teman yang seperti itu.
Setelah kejadian itu, saya ambil langkah menghindar … sampai pada akhirnya teman saya itu tiba² datang dan minta saya membantunya, DOHHHHHHH … dia lupa kalau saya hampir mati gara² dia.
Dengan kesedihan yang mendalam, dia bercerita kalau kantor tempatnya bekerja meminta dia untuk segera bikin surat pengunduran diri, dan itu karena kesalahan dia sendiri.
Dohhhh … jika ingat bahwa itu salahnya sendiri, jika ingat kalau dia pernah berbuat jahat ke saya, inginnya saya bilang RASAINNNNNNNN LOE!!! tapi kok saya ga tega ya, saya ga sampai hati … saya jadi ngebayangin gimana ibu dan adik²nya jika sampai dia dipecat???? Akhirnya, mungkin karena Tuhan masih memberikan kesempatan ke teman saya itu untuk bekerja dan mudah²an kelak menyadari kesalahannya … sampai sekarang dia ga jadi bikin surat pengunduran diri itu … xixixixi
Jadiiiiiiiiiiiii .. punya hati atau tidak punya hati itu pengertiannya gimana yaa???