kisah sebuah radio October 24, 2008
Posted by nia in cerita pendek.add a comment
|
Kamis, 23 Oktober 2008 @ 16:48 WIB – Musik, Film & Hiburan
Mantaaaaaaaaaaab
Ok .. itu cuman sekedar inget-inget doang kalau mau jalan kemana-mana mesti bawa kelengkapan surat menyurat kenderaan bermotor, seperti SIM dll. Biar pass ada razia dadakan ga perlu menghindari petugas!!! === Waktu itu untuk mendapatkan informasi, penduduk kampung cukup mendengarkan radio sebagai sumber informasinya. Dan satu-satunya siaran yang bisa diterima hanyalah siaran dari Radio Republik Indonesia ( RRI ), Tersebutlah seorang terkaya dikampung itu, ingin membeli sebuah radio dengan merk “Transistor” ( ada yang masih pada inget ga yaa gimana bentuk dari radio ini?), maka berangkatlah ia ke kota ( Banjarmasin ), dan menuju ke toko elektronik ( dulu yang jualan adalah orang Cina yang di panggil Engkoh ). Sampai ditoko Engkoh, ia pun menjelaskan maksudnya untuk membeli radio merk “Transistor”. Engkoh pun kemudian memenuhi permintaan pembelinya dan menjelaskan kalau radio itu adalah radio termahal untuk saat itu. Dengan bangga dan tentunya sangat senang hati, pulanglah orang kaya tadi ke kampungnya. Tapi sebelumnya telah dipastikan berkali-kali kalau radio itu adalah radio “Transistor”. Tiba dikampung eh dirumahnya, ia kemudian mencoba untuk mendengarkan siaran dari radio tersebut. Pada pukul 19.00 Wita, kebetulan siarannya adalah informasi/berita. Volume dikerasin supaya bisa didengar dengan sejelas-jelasnya, dan terdengarlah sebuah suara dari pembawa berita. “Terimakasih, Anda masih bersama kami .. Radio Republik Indonesia Banjarmasin” demi mendengar itu orang kaya tadi terkaget-kaget, ia bertanya dalam hati … itu radio yang dibelinya adalah radio Transistor, bukan Radio Republik Indonesia Banjarmasin. Belum ada rasa kesal atau kecewa dihatinya, meskipun pertanyaan tadi sudah melekat dikepalanya, besok pagi diulanginya lagi hal yang sama .. dan kebetulan pula pada pukul 07.00 ada siaran berita persis seperti kemarin, “Terimakasih, Anda masih bersama kami .. Radio Republik Indonesia Banjarmasin” Duh .. orang kaya itu mulai hilang kesabaran, ada prasangka buruk kepada Engkoh kalau ternyata ia dibohongi. Namun masih juga ada kesabaran yang dimilikinya .. tapi dengan satu catatan, jika terdengar begitu lagi maka ia akan mengembalikan radio tersebut dan meminta uangnya agar dikembalikan !! Jam 13.00 Wita, kembali diputarnya tuning pada radionya .. dan lagi-lagi siaran berita yang akan disiarkan, dan suara penyiar itu begitu dihapalnya. Terdengarlah suara “Terimakasih, Anda masih bersama kami .. Radio Republik Indonesia Banjarmasin” Meledaklah kemaran orang kaya itu, “Engkoh pembohong .. Engkoh pembohong, aku mau radio Transistor, kenapa dikasih Radio Republik Indonesia Banjarmasin???????” Alhasil, keesokan paginya .. ia berangkat ke kota untuk mengembalikan radio itu dan ingin menuntut Engkoh karena berani membohonginya. Sesampainya di Banjarmasin ia langsung menuju tempat yang ia tuju. Tepat pada pukul 13.00 Wita .. “wah berarti bakalan ada berita itu lagi kan?” Singkat cerita, tanpa basa basi lagi .. orang kaya tadi marah-marah dan mengatakan bahwa ia tak mau beli radio itu karena merasa dibohongi. Engkohpun bertanya apakah bukti kebohongannya, lalu radiopun dihidupkan dan terdengarlah suara seorang pembaca berita “Terimakasih, Anda masih bersama kami .. Radio Republik Indonesia Banjarmasin” “Duh .. ternyata seperti itu yaaaaaaa” Engkoh-pun mengerti ..
|